Laman

Tampilkan postingan dengan label tugas kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas kuliah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 April 2015

Etika & Profesionalisme TSI


Tugas 2

1.      Penyalahgunaan Teknologi sistem informasi yang membuat orang lain terganggu

a.       Membutuhkan Uang/Mencari Keuntungan
Penyalahguna fasilitas yang mencuri identitas kartu kredit orang lain biasa disebut Carder dan kegiatan yang mereka lakukan adalah Carding. Membutuhkan uang adalah alasan yang dijadikan seseorang. Seorang Carder harus berhati-hati agar tidak tertangkap polisi. Karena ini adalah salah satu tindakan kriminal yang sangat merugikan orang lain dan hukuman yang sangat berat jika terbukti melakukan hal tersebut.
b.      Ingin Menjadi Orang yang Terkenal dan Dikenal
Biasanya para penyalahguna fasilitas teknologi sistem informasi menjadikan perbuatannya sebagai ajang adu bakat yang ingin diketahui orang banyak. Dengan alasan yang tidak penting, banyak mengganggu pihak lain.
c.       Penyebaran Virus Komputer
Virus komputer adalah sebuah program yang berukuran relatif kecil dan bersifat sebagai parasit yang mampu hidup dan menggandakan dirinya menyerupai file maupun folder dan sangat mengganggu pengguna komputer yang terinfeksi.  Virus komputer meyebar melalui berbagai media termasuk media internet dan penyimpanan (file storage) seperti CD-ROM, Disket, Flash Disk, Hard Disk, dan Memory Card.

2.      cara menanggulangi gangguan - gangguan yang muncul karena penyalahgunaan fasilitas     teknologi sitem informasi
  1. Masyarakat harus diberikan pemahaman tentang cara menggunakan teknologi informasi dengan baik dan tidak melanggar etika. Sehingga teknologi informasi dapat dimanfaatkan dengan semestinya.
  2. Pemerintah harus membuat suatu peraturan yang tegas terhadap setiap pelanggaran penggunaa teknologi informasi yang merugikan orang lain dan negara.
  3. Masyarakat juga harus di beri penyuluhan untuk menggunakan teknologi yang di kuasai untuk menjalin hubungan yang lebih intents dengan teman atau orang-orang yang sebelumnya telah di kenal didunia nyata. Jangan terobsesi untuk mencari teman-teman baru di Facebook, twitter , atau social media yang lain karena kecenderungan yang terjadi, mereka yang hanya anda kenal didunia maya tidak akan memberikan nilai persahabatan yang mutualisme atau saling mensupport antara satu dan yang lain didunia nyata.
3.      Salah satu contoh kasus peyalahgunaan teknologi informasi
Salah satu contoh saya ambil dari kasus yang menimpa salah satu operator terbesar di Korea Selatan, kasus nya yaitu Seorang Hacker Curi 8.7 Juta Data Konsumen, Menjualnya Seharga 7.9 Miliar Rupiah
Salah satu operator telepon terbesar di Korea Selatan, KT Telecom menderita kerugian besar. Mereka mendapati terdapat 8.7 juta data konsumen milik perusahaan berhasil dicuri oleh para hacker. Dan, hacker-hacker tersebut pun berhasil menjual data tersebut seharga 880 ribu USD atau sekitar 7.9 miliar rupiah. KT Telecom sendiri memiliki lebih dari 16 juta pelanggan di Korea Selatan. Terkait pembobolan oleh para hacker tersebut, pihak perusahaan telah memberikan pernyataan permohonan maaf kepada para konsumen. KT Telecom mengatakan data yang berhasil dicuri tersebut adalah nama, nomor registrasi penduduk serta nomor handphone. Pencurian tersebut pun terjadi dalam kurun Februai hingga Juli 2012. Dua orang hacker berhasil ditahan terkait pencurian data pribadi tersebut. Kepada pihak berwajib, dua hacker tersebut mengatakan telah menjual data tersebut kepada perusahaan telemarketing. Selain dua hacker, polisi juga telah menangkap 7 tersangka lain yang diduga terlibat dalam pembelian data pribadi itu.

 Sumber :

http://alufaaminul.blogspot.com/2012/07/3-contoh-kasus-penyalahgunaan-teknologi.html 
http://mawaputri94.blogspot.com/2014/05/kasus-kejahatan-atau-penyalahgunaan.html 


Minggu, 15 Maret 2015

Etika & Profesionalisme TSI

Tugas 1

1.       Jelaskan apa yang dimaksud dengan “Etika” secara umum dan berikan contoh penerapan “Etika” dalam teknologi sistem informasi !
2.       Apa tujuan dari penerapan “Etika” dalam teknologi sistem informasi? Jelaskan!
3.       Jelaskan “Etika” apa yang harus diperhatikan bagi pembuat, pengembang dan pengguna teknologi sistem informasi!

Jawaban :
1.       Etika umum ialah etika yang membahas tentang kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia itu bertindak secara etis. Etika inilah yang dijadikan dasar dan pegangan manusia untuk bertindak dan digunakan sebagai tolok ukur penilaian baik buruknya suatu tindakan. Etika umum lebih deskriptif, sifat deskriptif etika umum terlihat dari paparan filsof tertentu pada ajaran,doktrin atau teorinya. Etika secara umum menggambarkan tingkah laku manusia apa adanya, seperti contohnya etika jawa yang diritualkan dalam acara panggih tergambar norma-norma yang dianut oleh masyarakat jawa, khsusnya dalam menapaki bahtera rumah tangga
2.       Etika dalam teknologi sistem informasi memiliki tujuan sebagai dasar pijakan/pedoman yang harus ditaati untuk melakukan proses pembuatan, pengembangan dan penggunaan teknologi sistem informasi.
3.       Pembuat/pengembang teknologi sistem informasi harus menaati prosedur dalam proses pembuatan atau pengembangannya dan memperhatikan nilai manfaat dan tujuan pembuatan/pengembangan teknologi sistem informasi tersebut. Sedangkan bagi pengguna teknologi sistem informasi hendaknya dapat menggunakan / memanfaatkan teknologi sistem informasi tersebut sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku, tidak melakukan tindakan ilegal atau merugikan pihak pembuat, pengembang maupun pengguna lainnya.


sumber : http://bulanbalun.blogspot.com/2014/03/pengertianetika-etika-etimologi-berasal.html

Selasa, 04 November 2014

Tugas Pengantar Telematika 2

1.       Apa manfaat dan dampak negatif dari jaringan komputer sebagai media untuk mengakses layanan telematika, jelaskan!

Manfaat :
Dengan adanya jaringan internet, membuat kita dengan mudah bisa mengakses semua situs , saling berkomunikasi jarak jauh maupun sharing data
-          Media social
Dengan adanya media social, setiap orang bisa saling berkomunikasi, curhat , posting
e-commerce dan masih banyak hal yang lainnya
-          E – commerce
Jual beli di internet
-          E- banking
Layanan yang di berikan oleh suatu bank kepada para nasabah untuk memudahkan dalam layanan transaksi dan layanan lainnya
etc
               Dampak negative :
-          Kerahasiaan data
Salah satu kekurangan jaringan internet adalah keamanan data , banyak nya malware , virus, Trojan dan lain sebagainya terkadang ada hacker yang menyusup di bdalamnya
-          Porn*grafi
Banyak nya situs po*n* yang bisa di akses, membuat rusak moral anak bangsa

2.       Berikan contoh aplikasi-aplikasi apa saja yang berkembang yang memanfaatkan jaringan komputer khususnya internet dalam telematika!

a.       Facebook
-          Sebagai sarana dalam dakwah ( saling mengingatkan dalam kebaikan)
-          Sebagai media untuk jual beli juga
b.      Whatsapp
-          Gak perlu ada pulsa untuk saling berkomunikasi dengan orang lain, cukup dengan jaringan internet kita sudah bisa saling berkomunikasi
c.       Kaskus
-          Knowledge sharing etc.

3.       Faktor apa yang mendasari perkembangan telematika di Indonesia semakin meningkat, sebutkan dan jelaskan!

-          Jaringan internet yang mudah di akses
Dengan adanya tempat – tempat wifi yang mudah di akses seperti seven eleven, indomart, kampus dll membuat setiap orang dengan mudah bisa internetan dan bisa mengakses berbagai situs
-          Internet murah
Salah satu factor yang membuat setiap orang yang menggenggam handphone dengan mudah bisa akses internet

-          Wireless type N
Salah satu type wireless yang mampu melewatkan bandwith sampai 130 mbps sehingga akses internet semakin cepat

Etc.



Senin, 06 Oktober 2014

Pengantar Telematika 1

  
1.      Faktor – faktor yang mempengaruhi layanan telematika dapat di akses dengan mudah
a.       Jaringan internet Wireless gratis
Jaringan internet wirelless yang mudah di akses, seperti di kampus, Seven eleven, Indomart, Alfamart yang disediakan gratis kepada para mahasiswa/pembeli, membuat mereka dengan mudah dapat terkoneksi ke internet dan bisa menikmati berbagai layanan yang ada di internet
b.      Packet internet murah
Dengan adanya packet internet murah yang di sediakan provider, akan semakin banyak user yang membeli packet tersebut. Dan mereka dengan mudah bisa menikmati layanan yang ada di internet
c.       Media sosial
Media sosial merupakan salah satu yang paling banyak di gunakan oleh user, karena sangat simple untuk digunakan dan mempunyai daya Tarik tersendiri sehingga banyak user yang menggunakan medsos tersebut untuk berkomunikasi satu sama lain.

2.      Peranan telematika di berbagai bidang? Contoh telematika di bidang pendidikan?

Dengan berkembangnya teknologi, khususnya di bidang teknologi informasi peranan telematika sangat dibutuhkan karena teknologi modern menyediakan layanan dan sumber informasi yang mudah di akses

Peranan telematika di bidang pendidikan , salah satunya dengan adanya studentsitte di UG. Dengan adanya layanan ini setiap mahasiswa dapat dengan mudah mengakses setiap layanan yang ada di studentsitte tersebut, misalnya melihat IPK, mengumpulkan tugas, melihat jadwal kuliah , UAS, UTS dan masih banyak layanan lain yang bisa diakses

3.      Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mengurangi dampak negative dari telematika

-  Tindakan kejahatan yang dilakukan dengan mengguankan media internet. Contohnya, tindakan    yang disebut carding adalah cyber, dapat menggunakan data tersebut untuk keuntungan pribadi.
- Penyebaran Virus atau malicious ware fraud atau penipuan yang n\menggunakan                   electronic mail sebagai alat penyebaran informasi bagi si penipu.
- Kejahatan Telematika merugikan individu, misal lima orang hacker (penyusup) yang berada di Moskow telah mencuri sekitar 5400 ata kartu kredit milik orang Russia dan  orang asing


4.      Fungsi telematika

-  Penyampai informasi. Telematika digunakan sebagai penyampai informasi agar orang yang melakukan Komunikasi menjadi lebih berpengetahuan dari sebelumnya. Bertambahnya pengetahuan manusia akan meningkatan keterampilan hidup, menambah kecerdasan, meningkatkan kesadaran dan wawasan.
-  Sarana Kontak sosial hidup bermasyarakat. Interaksi sosial menimbulkan kebersamaan; keakraban, dan kesatuan yang akan melahirkan kerjasama. Telematika menjadi penghubung diantara peserta kerjasama tersebut, walaupun mereka tersebar dimana-mana. Telematika menjembatani proses interaksi sosial dan kerjasama sehingga menghasilkan jasa yang memiliki nilai tambah dibanding hasil perseorangan.
   






Minggu, 22 Juni 2014

Kualitas karya tulis

Untuk menentukan karya tulis yang berkualitas , perlu kita perhatikan aspek – aspek berikut ini ;
a. Topik yang menarik
Maksudnya topik yang diangkat adalah sesuai dengan perkembangan informasi saat ini, merupakan sebuah penemuan baru yang inovatif ataupun perkembangan dari temuan sebelumnya yang praktis diterapkan.
b. Mudah dipahami oleh pembacanya
Maksudnya adalah karya tulis menggunakan kalimat yang mudah dicerna oleh pembacanya. Jangan menggunakan istilah-istilah asing yang tidak dimengerti orang awam. Jika terpaksa menggunakan istilah asing, maka berikan penjelasan secara lebih sederhana. Penyusunan topik juga sangat berpengaruh terhadap pemahaman pembaca.


Generalisasi, Analogi, Kausalitas

A. Generalisasi
Pada ujian matematika yang diadakan dikelas 2B, hampir semua siswa mendapatkan nilai rata ratadiatas 8. Hanya terdapat 2 siswa yang mendapat nilai 7,5 dan seorang siswa yang mendapat nilai 7.Namun ada juga cukup banyak siswa yang mendapat nilai 10. Sehingga bisa dikatakan bahwa siswa kelas 2B rata rata mempunyai kemampuan yang baik dalam mata pelajaran matematika.

B. Analogi
di jaman yang semakin maju dan canggih,sumber daya manusia pun semakin berkembang. dalam halini tenaga kerja yang di butuhkan semakin banyak. namun di kota besar seperti Jakarta lebih banyak di cara sumber daya manusia yang berkualitas tinggi di banding yang di butuhkan di luar Jakarta. Hal ini di sebabkan karena persaingan dalam sektor industri dan ekonomi. jadi, sumber daya manusia di setiap daerah berbeda-beda sesuai kebutuhkan dan kelangsungan hidup di kota tersebut.

C. Kausalitas
perkembangan tekhnologi sama ratanya dengan berkembang pesatnya sumber daya manusia sekarang. dalam hal bidang industri, SDM yang dibutuhkan adalah SDM yang  berpendidikan dan pengalaman luas. oleh karena itu di perkembangan jaman semakin pesat di sertai permintaan SDM yang berkualitas tinggi juga.

Contoh Tulisan Ilmiah Populer


       Susu merupakan bahan pangan bernilai gizi tinggi yang dapat diperoleh dari hasil pemerahan hewan seperti sapi, kerbau, kambing dan kuda, namun yang lazim dikonsumsi umumnya adalah susu yang berasal dari sapi. Susu biasanya dikenal sebagai minuman penguat tulang dan gigi karena kandungan kalsium yang dimilikinya. Susu mengandung protein, asam lemak, mineral, dan vitamin yang bermanfaat bagi tubuh. Manfaat susu bagi manusia antara lain menunjang pertumbuhan, mencegah osteoporosis, dan berbagai manfaat lain, sehingga baik dikonsumsi sepanjang usia. Untuk dapat dikonsumsi susu harus memenuhi persyaratan keamanan pangan karena susu mudah terkontaminasi oleh mikroorganisme baik patogen maupun non patogen dari lingkungan. Menurut Undang-undang No. 7 tahun 1996 keamanan pangan didefinisikan sebagai kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia. Gangguan kesehatan atau penyakit yang terjadi akibat mengonsumsi pangan yang mengandung mikroorganisme patogen dikenal dengan foodborne disease atau foodborne illness. Penyakit yang ditularkan melalui makanan (foodborne diasease) dapat terjadi akibat intoksikasi makanan (food intoxication), infeksi makanan (food infection), dan toksikoinfeksi (toxicoinfection). Intoksikasiterjadi akibat mengkonsumsi pangan yang mengandung toksin yang dihasilkan oleh mikroorganisme seperti toksin dari Clostridium botulinum, dan mikotoksin dari kapang.
Mikotoksin merupakan hasil metabolit sekunder dari beberapa genus kapang seperti Aspergillus spp.,Penicillium spp., dan Fusarium spp. Kontaminasi mikotoksin dalam pangan dapat menyebabkan gangguan kesehatan bagi manusia karena bersifat karsinogenik, teratogenik, hepatotoksik, neurotoksik dan nefrotoksik (Sengun et al. 2008). Mikotoksin penting yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia antara lain aflatoksin, okhratoksin, patulin, zearalenon, dan trikotesen. Aflatoksin merupakan mikotoksin yang dihasilkan oleh kapang Aspergillus flavus danA. parasiticus. Kapang tersebut dapat mengontaminasi bahan pakan ternak dan akan menghasilkan aflatoksin B1, B2, G1 dan G2. Aflatoksin yang ada dalam pakan jika terkonsumsi oleh hewan ternak akan meninggalkan residu aflatoksin pada produk ternak seperti daging, telur dan susu. Sapi perah yang mengonsumsi pakan yang terkontaminasi aflatoksin B1 (AFB1) akan mengekskresikan metabolit hidroksilasi berupa aflatoksin M1 (AFM1) ke dalam susu yang dihasilkan (Prandini et al. 2009).
Susu merupakan bahan pangan asal hewan yang potensial sebagai sumber masuknya AFM1 ke dalam rantai pangan manusia. Kendala utama dalam penanganan AFM1 pada susu ialah sifatnya yang stabil pada pemanasan, baik suhu pasteurisasi maupun sterilisasi, dan proses penyimpanan. Aflatoksin M1 tidak terurai pada pemanasan mencapai 250 °C, sehingga masih dapat ditemukan pada  susu pasteurisasi (Celik et al. 2005), susu ultra high temperature (UHT) (Heshmati & Milani 2010), susu bubuk (Al‑Sawaf et al. 2012), dan keju (Sarimehmetoglu et al. 2004). Keberadaan AFM1 dalam susu dapat mengganggu kesehatan manusia terutama bagi anak-anak karena dapat menyebabkan kanker hati (hepatocelluler carcinoma) (Prandini et al. 2009).
International Agency for Research on Cancer (IARC) mengklasifikasikan AFB1 dan AFM1 sebagai penyebab kanker pada manusia dalam grup 1 (carcinogenic to human). Aflatoksin dapat mengakibatkan kerusakan hati dan kanker hati apabila dikonsumsi dalam jumlah kecil secara terus menerus. Oleh karena itu banyak negara yang membatasi konsentrasi maksimum kandungan AFM1 dalam produk susu, seperti Amerika Serikat sebesar 0.5 ppb dan Uni Eropa sebesar 0.05 ppb.Batas maksimum kandungan AFM1 pada susu dan produk olahan susu di Indonesia ditetapkan dalam SNI 7385-2009 dan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.00.06.1.52.4011 yaitu 0.5 ppb.
Keberadaan AFM1 pada susu segar dari beberapa daerah di Indonesia telah dilaporkan dengan konsentrasi yang bervariasi. Kandungan AFM1 pada susu segar dari peternakan rakyat di Kota Bogor dan Pangalengan (Kabupaten Bandung) menunjukkan 78.38% (29 dari 37 sampel) terdeteksi AFM1 dengan konsentrasi 0.001-1.2 ppb (Widiastuti et al. 2006). Survey untuk mendeteksi AFM1 juga telah dilakukan pada 113 sampel susu segar yang berasal dari peternakan sapi perah di Yogyakarta dengan hasil 57.5% konsentrasi AFM1 0.005-0.025 ppb (Nuryono et al. 2009).
Residu AFM1 dapat ditemukan pada susu akibat carry-over dari pakan. Mamalia laktasi yang mencerna AFB1 dalam pakan yang terkontaminasi akan mengekskresikan metabolit hidroksilasi berupa AFM1 ke dalam susu yang dihasilkan. Tingkat carry-over AFM1 bervariasi bergantung pada konsentarsi AFB1 dalam pakan. Kontaminasi AFM1 pada susu dan produk susu dapat bervariasi yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Menurut Oliveira et al. (2013), kontaminasi AFM1 dipengaruhi oleh lokasi geografis, negara, musim, kondisi lingkungan, rendahnya ketesediaan hijauan, penggunaan pakan konsentrat yang berlebihan dan kontaminasi aflatoksin B1 pada pakan dan biji-bijian selama penyimpanan.
Dampak dari residu AFM1 dalam susu perlu diperhatikan walaupun berada di bawah batas maksimum residu yang telah ditetapkan karena paparan jangka panjang AFM1 dalam pangan pada tingkat yang sangat rendah dapat mengganggu kesehatan manusia. Cara yang paling efektif dalam pengendalian AFM1 dalam pangan adalah mengurangi kontaminasi AFB1 dari bahan baku pakan tambahan untuk sapi perah. Langkah pencegahan harus diterapkan untuk mengurangi pertumbuhan jamur dan pembentukan AFB1 pada komoditas pertanian yang digunakan untuk pakan ternak.
Dosis dan durasi paparan aflatoksin sangat mempengaruhi akibat yang ditimbulkan, seperti paparan aflatoksin dalam dosisi tinggi mengakibatkan infeksi akut dan kematian akibat terjadinya sirosis hati.Paparan kronis aflatoksin dalam pangan merupakan risiko utama untuk terjadinya gangguan imunitas, malnutrisi dan heptoseluler karsinoma terutama di negara dimana infeksi hepatitis virus B merupakan penyakit yang endemik. Kanker hati merupakan kanker nomor lima paling banyak di Indonesia, dengan angka kejadian dan kematian yang tinggi. Kasus kanker hati pada 483 orang menunjukkan 367 kasus (76%) berhubungan erat dengan sirrhosis hati, hepatitis B dan hepatitis C, sedangkan 116 kasus (24%) berhubungan dengan faktor lain yang diduga karena karsinogen termasuk aflatoksin (Rasyid 2006).
Keberadaan residu AFM1 dalam susu perlu diperhatikan karena dapat mengganggu kesehatan manusia. Oleh karena itu perlu dilakukan tindakan untuk pengendalian AFM1 dalam susu. Cara yang paling efektif dalam pengendalian AFM1 dalam produk susuialah mengurangi kontaminasi AFB1 dari bahan baku pakankonsentrat untuk sapi perah. Langkah pencegahan harus diterapkan untuk mengurangi kontaminasi danpertumbuhan kapang serta pembentukan AFB1 pada komoditas pertanian yang digunakan untuk bahan bakupakan ternak. Pencegahan kapang dapat dilakukan dengan mempertahankan kelembaban yang rendah (kurang dari 14%), menjaga pakan tetap segar, menjaga peralatan tetap bersih dan menggunakan senyawa pencegah pertumbuhan kapang seperti asam propionat (Widiastuti 2006).
Daftar Pustaka:
Al-Sawaf SD, Abdullah OA, Sheet OH. Use of enzyme linked immunosorbent assay for detection of aflatoxin M1 in milk powder. 2012. Iraqi J Vet Sci. 26(1):39-42.
Celik TH, Sarimehmetoglu B, Kuplulu O. 2005. Aflatoxin M1 contamination in pasteurised milk. Vet Arhiv. 75(1):57-65.
Heshmati A, Milani JM. 2010. Contamination of UHT milk by aflatoxin M1 in Iran. Food Control. 21:19-22.
Nuryono N, Agus A, Wedhastri S, Maryudani YB, Setyabudi FMCS, Bohm J, Razzazi-Fazeli E. 2009. A limited survey of aflatoxin M1 in milk from Indonesia by ELISA. Food Control. 20:721-724.
Oliveira CP, Soares NFF, Oliveira TV, Junior JCB, Silva WA. 2013. Aflatoxin M1 occurence in ultra high temperature (UHT) treated fluid milk from Minas Gerais/Brazil. Food Control. 30:90-92.
Prandini A, Tansini G, Sigolo S, Filippi L, Laporta M, Piva G. 2009. On the occurrenc of aflatoxin M1 in milk and dairy products [review]. Food Chem Toxicol. 47:984-991.
Rasyid A. 2006. Temuan ultrasonografi kanker hati hepato selular (hepatoma). M Ked Nus. 39(2):100-103.
Sarimehmetoglu B, Kuplulu O, Celik TH. 2004. Detection of aflatoxin M1 in cheese samples by ELISA.Food Control. 15:45-49.
Sengun IY, Yaman DB, Gonul SA. 2008. Mycotoxins and mould contamination in cheese: a review.World Mycotoxin J. 1(3): 291-298.
Widiatuti R. 2006. Mikotoksin: pengaruh terhadap kesehatan ternak dan residunya dalam produk ternak serta pengendaliannya. Wartazoa. 16 (3):116-127.
Widiastuti R, Maryam R, Bahri S, Firmansyah R. 2006. Residu aflatoksin M1 pada susu sapi segar di Pangalengan dan Bogor Jawa Barat. Di dalam: Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor (ID): Balai Penelitian Veteriner. hlm 239-243.
sumber : http://kesmavet.ditjennak.deptan.go.id/index.php

Jumat, 13 Juni 2014

Kerangka Penulisan Ilmiah


JUDULAnalisa Cara Kerja Routing Protocol EIGRP Pada IPv6 Menggunakan Simulasi GNS3

        BAB 1 

      1. Latar Belakang Masalah
                
                 Teknologi jaringan komputer telah berkembang pesat dalam 15 tahun terakhir. Untuk memecahkan suatu masalah yang ada, maka terciptalah suatu jaringan komputer, dan jaringan komputer tersebut menjadi sangat penting khususnya pada zaman modern sekarang ini, hal ini disebabkan semakin banyaknya kebutuhan mendasar dari seseorang seperti untuk bertukar informasi, berbagi data, berbagi perangkat (seperti printer, scanner, dan lain-lain), mempermudah komunikasi jarak jauh, dan lain-lain. Dan termasuk teknologi yang lebih maju lagi seperti video conference dan voice yang dapat ditransportasikan melalui jaringan data.
Berkembangnya teknologi jaringan komputer ini juga akan berdampak terhadap kebutuhan suatu IP (Internet Protocol). Saat ini yang dipakai adalah IPv4 (Internet Protocol Version 4), namun jumlah alamat yang tersedia dari IPv4 tersebut akan segera habis seiring semakin bertambahnya penggunaan internet. Dari persoalan tersebut, maka suatu lembaga internet yang bernama IETF (Internet Engineering Task Force) menetapkan standar IP baru yang disebut IPv6 (Internet Protocol Version 6) sehingga dapat memenuhi kebutuhan akan suatu alamat IP yang dapat digunakan dalam waktu jangka panjang dengan alokasi alamat IP yang sangat banyak.
Kemudian permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana caranya menghubungkan jaringan-jaringan yang saling terpisah supaya dapat saling berkomunikasi satu sama lain. Dan ketika suatu jaringan yang besar memiliki performance yang lambat dikarenakan lalu lintas data yang padat sehingga dapat terjadi congestion/kemacetan, permasalahan selanjutnya adalah bagaimana caranya membagi jaringan yang besar tersebut menjadi jaringan-jaringan yang lebih kecil sehingga performance dari jaringan tersebut akan lebih cepat. Saat ini umumnya terdapat 2 perangkat jaringan yang dapat membagi sebuah jaringan yang besar menjadi jaringan-jaringan yang lebih kecil, yaitu router dan switch.
Namun terdapat perbedaan dari kedua perangkat jaringan tersebut. Switch dapat membagi jaringan yang besar menjadi jaringan-jaringan yang lebih kecil hanya dalam ruang lingkup LAN (Local Area Network) dan untuk menghubungkan jaringan yang kecil tersebut supaya dapat saling berkomunikasi dibutuhkan perangkat tambahan, yaitu router. Sedangkan router dapat membagi jaringan yang besar menjadi jaringan-jaringan yang lebih kecil dalam ruang lingkup WAN (Wide Area Network) dan tidak memerlukan perangkat tambahan untuk menghubungkan jaringan yang kecil tersebut supaya dapat saling berkomunikasi.
 Router berfungsi untuk merutekan paket data dari jaringan yang satu ke jaringan yang lain. Router akan mencari rute terbaik untuk merutekan paket data tersebut. Dikarenakan router bekerja pada layer Network pada OSI layer (Open System Interconnect), maka router merutekan paket data dengan melihat IP (Internet Protocol) address tujuan kemudian dicocokkan sesuai dengan isi tabel routingnya. Tabel routing tersebut berisi informasi rute/jalur yang dapat dicapai oleh router. Terdapat 2 cara untuk mengisi tabel routing tersebut, yaitu dengan static routing dan dynamic routing. Static routing diisi secara manual oleh seorang network administrator sedangkan dynamic routing diisi secara otomatis. Jika menggunakan dynamic routing, maka diperlukan suatu routing protocol untuk mengisi dan mengupdate tabel routing secara otomatis. Terdapat beberapa protocol routing, yaitu OSPF, OSPFv3, RIPv2, RIPng, EIGRP, BGP, dan lain-lain.
Setiap routing protocol tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Routing protocol disesuaikan dengan topologi jaringan dan kebutuhan dari jaringan tersebut. Suatu routing protocol yang tidak sesuai dengan kebutuhan, maka performance jaringan tersebut tidak dapat maksimal bahkan dapat terjadi error. Oleh karena itu seorang network engineer harus cermat dalam memilih routing protocol dan salah satu penunjang dalam hal pembelajaran dan pengembangan ilmu di bidang networking yaitu dengan adanya aplikasi – aplikasi simulasi. Pada penulisan ilmiah ini aplikasi yang saya gunakan adalah simulasi GNS3, karena banyak fitur yang ada pada aplikasi ini hampir mirip dengan perangkat aslinya.

2. RUMUSAN DAN BATASAN MASALAH

Terdapat banyak macam-macam routing protocol yang dapat digunakan pada Cisco router. Supaya pembahasan dalam Tulisan Ilmiah ini lebih fokus dan mendalam, maka penulis membatasi permasalahan, yaitu routing protocol yang digunakan adalah EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) yang akan diimplementasikan pada jaringan IPv6 (Internet Protocol Version 6) dengan menggunakan simulasi GNS3.
Penulisan Tersebut hanya sebatas simulasi dan hanya satu protocol routing yang di gunakan.


3. TUJUAN
 Berdasarkan pada batasan masalah tersebut, maka tujuan yang akan dicapai dalam Tulisan Ilmiah ini, yaitu mengimplementasi dan menguji jaringan untuk mengetahui prinsip kerja dari routing protocol EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) pada jaringan IPv6 (Internet Protocol Version 6) .

4. METODE PENELITIAN
4.1.      Studi Literatur
Melakukan survei, mencari pembahasan literatur dan mengambil referensi dari berbagai sumber terpercaya yang ada baik melalui media internet maupun buku-buku yang membahas teknologi jaringan komputer dan Cisco, serta berkonsultasi kepada para ahli dibidang jaringan komputer.
4.2.      Perangkat yang Dibutuhkan
Penelitian ini membutuhkan perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat keras yang dibutuhkan adalah 2 unit PC,dan 1 kabel UTP. Dan perangkat lunak yang dibutuhkan adalah aplikasi GNS3 sebagai Aplikasi simulasinya, Putty sebagai aplikasi console supaya bias terhubung ke router nya dan VMware sebagai virtualisasi untuk menambahkan OS tambahan pada PC 

5. BILIOGRAFI
http://pekoktenan.wordpress.com/2009/03/27/konsep-protokol-routing/
http://www.scribd.com/doc/53177361/Makalah-Network-Layer
http://www.sysneta.com/memahami-routing-protocol
http://www.scribd.com/doc/31182548/63/Konsep-Link-State
http://www.i-1.nl/blog/?p=193
http://id.wikipedia.org/wiki/Routing_Information_Protocol
http://stanlysk.blogspot.com/2012/06/protokol-routing-pada-ipv6.html
http://bismillah-ccie.blogspot.com/2012/12/ipv6_10.html
http://pekoktenan.wordpress.com/2009/04/07/ipv6-neighbor-discovery-protocol/
http://www.cisco.com/c/en/us/support/docs/ip/enhanced-interior-gateway-routing-protocol-eigrp/16406-eigrp-toc.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Enhanced_Interior_Gateway_Routing_Protocol
http://www.cisco.com/c/en/us/support/docs/ip/enhanced-interior-gateway-routing-protocol-eigrp/113267-eigrp-ipv6-00.html
http://indopiece.blogspot.com/2013/05/cara-kerja-protokol-routing.html
http://arief-referee.blogspot.com/2011/01/enhanced-interior-gateway-routing.html